
Optimasi CPAS adalah strategi menyusun Collaborative Performance Ads agar tidak hanya menghasilkan klik dan ROAS tinggi, tetapi benar-benar mendorong closing dan profit bersih. Strategi ini mencakup pengelolaan katalog yang sinkron, segmentasi perilaku audiens, pemilihan produk berbasis margin, kontrol scaling budget, serta evaluasi berdasarkan GMV bersih, bukan sekadar metrik vanity.
CPAS yang sehat bukan soal iklan aktif, tapi soal sistem yang benar-benar mendorong penjualan. Jika CPAS Anda sudah berjalan tetapi hasilnya belum terasa signifikan, kemungkinan masalahnya ada pada struktur strategi, bukan pada jumlah budget. Dalam artikel ini, kita akan membahas langkah-langkah optimasi CPAS marketplace secara sistematis, mulai dari fondasi data hingga evaluasi profit dan scaling yang stabil. Artikel ini relevan untuk owner brand marketplace, head of marketing, hingga e-commerce manager yang ingin memastikan CPAS tidak hanya terlihat aktif, tetapi benar-benar menghasilkan profit yang sehat.
Katalog adalah Fondasi Optimasi CPAS karena Algoritma Bekerja dari Data Produk
Optimasi CPAS tidak akan maksimal jika data katalog tidak akurat. Dalam ekosistem marketplace ads, katalog adalah sumber utama dynamic ads, retargeting, dan product matching.
Beberapa kontrol penting yang wajib dilakukan secara rutin:
- Sinkronisasi stok real-time agar iklan tidak mengarah ke produk habis.
- Update harga dan diskon sesuai periode campaign.
- Pastikan SKU aktif dan tidak ada produk mati yang tetap teriklankan.
- Lengkapi atribut (kategori, variasi, deskripsi) agar machine learning membaca relevansi dengan tepat.
Banyak brand mengalami penurunan conversion rate bukan karena creative lemah, tetapi karena feed product tidak optimal. Dalam strategi optimasi CPAS marketplace, feed management dan product mapping adalah fondasi teknis yang sering diremehkan.
Segmentasi Dinamis Meningkatkan Closing karena Pesan Disesuaikan dengan Intent
Optimasi CPAS berbasis perilaku jauh lebih efektif dibanding targeting generik. Audiens yang melihat produk memiliki intensi berbeda dengan audiens yang sudah add to cart.
Minimal segmentasi yang disarankan:
- View Content → butuh edukasi dan value proposition.
- Add to Cart → butuh urgency atau trust reinforcement.
- Abandoned Checkout → butuh dorongan spesifik seperti limited offer.
- Repeat Buyer → bisa diarahkan ke bundling atau upsell.
Dalam conversion funnel marketplace, pemisahan audiens ini meningkatkan relevansi pesan dan menurunkan cost per acquisition. Strategi ini juga mendukung retargeting dinamis dan audience layering yang lebih presisi.
Segmentasi perilaku yang efektif membutuhkan struktur audience yang rapi. Anda bisa mempelajari cara membangun daftar audiens berbasis perilaku secara lebih teknis di panduan ini.
Testing Placement Membantu Menemukan Format dengan Conversion Rate Tertinggi
Tidak semua placement cocok untuk tujuan konversi. Reels, Stories, dan Feed memiliki pola konsumsi berbeda.
Strategi testing yang direkomendasikan:
- Uji Reels untuk produk impulsif dan visual-heavy.
- Gunakan Stories untuk remarketing dengan CTA kuat.
- Evaluasi Feed untuk produk yang butuh detail benefit lebih panjang.
- Bandingkan performance metric seperti CTR, CVR, dan CPA per placement.
Placement yang berbeda dapat menghasilkan performa konversi yang berbeda pula, tergantung perilaku audiens dan karakter produk. Karena itu, optimasi CPAS tidak sebaiknya terpaku pada satu format saja, tetapi perlu diuji secara terukur untuk menemukan pola yang paling efektif dalam mendorong closing.
Untuk memahami perbedaan performa placement secara lebih detail, penting juga membaca cara membaca CTR, CPC, dan conversion rate agar evaluasi tidak hanya berbasis asumsi.
Memisahkan Traffic Builder dan Profit Driver Mencegah GMV Naik Tapi Profit Turun
Tidak semua produk layak didorong dengan intensitas sama dalam CPAS.
Traffic Builder:
- Produk populer
- Harga kompetitif
- CTR tinggi
Profit Driver:
- Margin lebih besar
- Potensi bundling
- Kontribusi profit signifikan
Tanpa pemisahan ini, brand sering mengalami fenomena “ROAS tinggi tapi margin tipis”. Dalam konteks marketplace advertising strategy, pemilihan SKU berbasis margin jauh lebih penting daripada sekadar popularitas produk.

GMV Bersih Lebih Penting daripada ROAS Mentah dalam Evaluasi CPAS
ROAS sering terlihat menggiurkan, tetapi tidak selalu mencerminkan keuntungan riil.
Sebelum menganggap kampanye sukses, hitung:
- Margin setelah diskon marketplace
- Komisi platform
- Subsidi ongkir
- Biaya promosi tambahan
Untuk memperjelas perbedaannya, berikut gambaran sederhana:
Perbandingan Evaluasi CPAS
| Metrik | ROAS Tinggi | GMV Bersih |
| Fokus | Revenue iklan | Profit aktual |
| Memperhitungkan margin | Tidak selalu | Ya |
| Memperhitungkan komisi | Tidak | Ya |
| Cocok untuk scaling | Belum tentu | Lebih aman |
Tabel ini menunjukkan bahwa ROAS hanyalah indikator performa awal. Untuk strategi optimasi CPAS jangka panjang, GMV bersih dan kontribusi profit adalah acuan utama dalam decision making.
Scaling Budget Harus Bertahap agar Learning Phase Tidak Rusak
Banyak brand menaikkan budget secara agresif dalam waktu singkat, lalu performa menjadi tidak stabil.
Prinsip scaling sehat:
- Naikkan budget 10–20% bertahap.
- Pantau frekuensi dan CPM.
- Pastikan audience pool cukup luas.
- Tambahkan creative baru sebelum scale besar.
Dalam performance marketing ecosystem, stabilitas algoritma lebih penting daripada ekspansi cepat.
Sinkronisasi Brand dan Seller Mempercepat Optimasi dan Keputusan
CPAS adalah collaborative ads. Tanpa sinkronisasi data antara brand dan seller, strategi akan terfragmentasi.
Langkah konkret:
- Sharing data performa SKU mingguan.
- Menyamakan prioritas produk push.
- Menentukan target GMV dan margin bersama.
Kolaborasi ini mendukung data-driven advertising dan mempercepat optimasi campaign.
KPI yang Jelas Membuat Optimasi CPAS Terarah dan Tidak Bias Metrik Vanity
Tanpa KPI jelas, CPAS terlihat aktif tetapi minim dampak.
Tentukan sejak awal apakah tujuan utama adalah:
- GMV
- Profit bersih
- Jumlah order
- Repeat purchase rate
- Market expansion
Clarity ini mencegah tim terjebak pada click volume dan impression saja.

Kesimpulan
Jika CPAS Anda menghasilkan klik tinggi tetapi profit stagnan → evaluasi GMV bersih dan margin produk.
Jika performa turun setelah scale → turunkan budget dan stabilkan learning phase.
Jika add to cart tinggi tetapi checkout rendah → perbaiki segmentasi dinamis dan pesan retargeting.
Jika GMV naik tetapi margin menipis → pisahkan traffic builder dan profit driver.
Optimasi CPAS yang sehat adalah sistem terintegrasi, bukan sekadar kampanye aktif.
FAQ: Pertanyaan yang Sering Muncul tentang Optimasi CPAS
Berikut beberapa pertanyaan yang sering muncul dalam diskusi seputar optimasi CPAS marketplace:
- Kenapa CPAS sudah jalan tapi tidak closing?
Biasanya karena segmentasi belum dipisah berdasarkan perilaku atau katalog tidak sinkron. Iklan tampil, tetapi tidak relevan dengan intent audiens. - Apakah ROAS tinggi berarti kampanye menguntungkan?
Tidak selalu. ROAS tidak memperhitungkan margin, komisi marketplace, dan biaya logistik. - Kapan CPAS sebaiknya di-scale?
Ketika GMV bersih sudah stabil dalam periode yang cukup konsisten dan conversion rate menunjukkan tren positif, bukan hanya karena CTR tinggi.
Siap Optimasi CPAS yang Benar-Benar Menghasilkan Closing?
Jika Anda adalah Owner, Head of Marketing, atau E-Commerce Manager yang ingin memastikan CPAS tidak hanya menghasilkan klik tetapi benar-benar meningkatkan profit, saatnya menyusun strategi yang lebih terstruktur dan berbasis data. Optimasi CPAS membutuhkan audit katalog, pemetaan margin produk, segmentasi perilaku audiens, hingga kontrol scaling yang stabil, bukan sekadar menaikkan budget.
Mantap.id membantu brand marketplace membangun sistem CPAS yang sehat dan siap di-scale. Mulai dari perencanaan performance strategy, evaluasi GMV bersih, hingga sinkronisasi brand–seller, tim kami memastikan setiap campaign berdampak nyata pada penjualan dan pertumbuhan bisnis Anda.
Diskusikan strategi CPAS bisnis Anda bersama tim kami dan pastikan setiap klik bergerak menuju closing yang terukur.
Alamat:
Ciputra World, 10th Floor Suite 10-01 Vieloft, Kompleks Superblock
Jl. Mayjen Sungkono No.89, Gunung Sari, Dukuhpakis, Surabaya, East Java 60224
WhatsApp: +62 811-3057-6777
Email: hello@smart-it.co.id
Instagram: @mantapidofficial
Tiktok: mantapidofficial