
Negative keyword adalah kata kunci yang diblokir agar iklan Google Search Ads tidak muncul pada pencarian yang tidak relevan. Contohnya: “gratis”, “lowongan”, “cara membuat”, “review”, “PDF”, dan “apa itu”. Keyword ini sering memicu klik non-buyer dan menyebabkan budget iklan boros tanpa konversi.
Dalam praktiknya, banyak campaign memiliki CTR tinggi tetapi conversion rate rendah karena search intent tidak disaring dengan tepat. Artikel ini akan membahas contoh negative keyword berdasarkan kategori intent, cara mengelompokkannya, serta bagaimana strategi ini membantu meningkatkan kualitas traffic, quality score, dan efisiensi biaya iklan.
Negative Keyword untuk Intent Informasional
Keyword dengan intent informasional sebaiknya diblokir jika campaign Anda difokuskan pada lead atau penjualan langsung.
Intent informasional berarti pengguna hanya ingin belajar, memahami konsep, atau mencari referensi, bukan membeli.
“Apa itu”
Keyword “apa itu” menunjukkan awareness stage paling awal.
Contoh:
- apa itu SEO
- apa itu Google Ads
Pengguna ini belum memiliki buyer intent. Jika dibiarkan, klik dari keyword ini biasanya menghasilkan bounce tinggi dan conversion rate rendah.
“Cara Membuat” / “Tutorial”
Keyword ini menandakan intent belajar mandiri.
Contoh:
- cara membuat iklan Google Ads
- tutorial SEO untuk pemula
Audiens seperti ini cenderung ingin DIY (do it yourself), bukan menggunakan jasa profesional. Untuk campaign bottom-funnel, keyword ini sebaiknya masuk daftar negative keyword.
“PDF” / “Download”
Keyword “PDF” atau “download” biasanya berkaitan dengan pencarian materi gratis.
Contoh:
- panduan SEO PDF
- ebook Google Ads download
Traffic dari keyword ini sering meningkatkan klik tetapi tidak menghasilkan lead karena pengguna hanya ingin akses dokumen.
“Contoh” / “Sample”
Keyword ini menunjukkan pencari referensi, bukan solusi siap pakai.
Contoh:
- contoh proposal digital marketing
- sample strategi SEO
Jika Anda menjual jasa implementasi, keyword ini sering menghasilkan traffic yang belum siap transaksi.
Untuk memahami kenapa keyword informasional sering tidak menghasilkan konversi, Anda perlu memahami konsep search intent secara lebih mendalam.
Negative Keyword untuk Job Seeker
Keyword kategori ini wajib diblokir untuk bisnis B2B dan agensi.
“Lowongan” / “Loker” / “Gaji”
Keyword ini hampir selalu berasal dari pencari kerja.
Contoh:
- lowongan digital marketing
- loker SEO Surabaya
- gaji Google Ads specialist
Tanpa negative keyword, iklan bisa tampil kepada audiens yang sama sekali tidak memiliki potensi konversi sebagai klien.

Negative Keyword untuk Price Hunter Ekstrem
Keyword kategori ini relevan diblokir jika brand Anda tidak bermain di strategi harga termurah.
“Murah Banget” / “Termurah”
Keyword ini menarik pembanding harga ekstrem.
Contoh:
- jasa SEO termurah
- Google Ads murah banget
CTR mungkin tinggi, tetapi conversion rate sering rendah karena ekspektasi harga tidak realistis.
“Bekas” / “Second”
Jika bisnis Anda menjual produk baru, keyword ini sebaiknya diblokir.
Contoh:
- mesin produksi bekas
- alat second murah
Traffic dari keyword ini sering tidak relevan dengan positioning brand.
Negative Keyword untuk Riset Perbandingan
Keyword ini berada di tahap consideration dan perlu dikontrol sesuai strategi funnel.
“Review”
Keyword “review” menunjukkan pengguna sedang membandingkan banyak opsi.
Contoh:
- review jasa SEO terbaik
Jika campaign difokuskan ke closing cepat, keyword ini sering menghasilkan klik tanpa keputusan.
“Perbandingan” / “vs”
Keyword ini menandakan pengguna sedang mengevaluasi pilihan.
Contoh:
- SEO vs Google Ads
- Meta Ads vs Google Ads
Bisa digunakan di campaign awareness, tetapi untuk campaign conversion-heavy sebaiknya dipisahkan atau diblokir.
Ringkasan Kategori Negative Keyword
Untuk memudahkan identifikasi dan membaca search term report secara sistematis, berikut tabel pengelompokan negative keyword berdasarkan kategori search intent dan rekomendasi penggunaannya:
| Keyword | Kategori Intent | Rekomendasi Penggunaan |
| Gratis | Freebie Seeker | Blokir jika layanan berbayar |
| Apa itu | Informasional | Blokir untuk campaign lead-focused |
| Cara Membuat | Edukasi / DIY | Blokir untuk campaign bottom-funnel |
| Tutorial | Edukasi / Learning | Blokir jika target buyer siap beli |
| PDF / Download | Akses Materi Gratis | Blokir kecuali ada strategi lead magnet |
| Lowongan / Loker | Job Seeker | Wajib blokir untuk bisnis B2B |
| Gaji | Career Research | Wajib blokir |
| Murah Banget | Price Hunter Ekstrem | Evaluasi sesuai positioning brand |
| Termurah | Price Comparison | Evaluasi jika tidak bermain di harga terendah |
| Review | Research / Comparison | Gunakan hanya di campaign consideration |
| Perbandingan / vs | Brand Evaluation | Pisahkan ke campaign awareness |
| Bekas / Second | Secondary Market | Blokir jika menjual produk baru |
Tabel ini membantu Anda membaca search term report dengan lebih sistematis.
Setelah mengidentifikasi keyword berisiko, tambahkan ke daftar negative keyword list agar campaign lebih presisi dan CPC lebih efisien.
Kenapa Negative Keyword Meningkatkan Conversion Rate?
Negative keyword menyaring traffic non-buyer sehingga anggaran iklan hanya digunakan untuk pencarian dengan buyer intent.
Secara praktis:
- CTR mungkin sedikit turun
- Tapi conversion rate naik
- Cost per acquisition (CPA) lebih stabil
- Quality score lebih terjaga karena relevansi meningkat
Dalam banyak audit campaign B2B, 30–50% pemborosan budget sering berasal dari search term yang tidak relevan.

Kesimpulan: Jika Budget Boros, Cek Intent-nya
Jika CTR tinggi tapi conversion rate rendah, kemungkinan besar masalahnya ada pada search intent yang tidak difilter dengan negative keyword.
Jika campaign Anda fokus closing → blokir keyword informasional dan job seeker.
Jika fokus brand awareness → pisahkan ke campaign berbeda.
Jika CPA tinggi → audit search term report dan tambahkan negative keyword list.
Optimasi Google Ads bukan hanya soal menambah keyword, tetapi juga menyaring yang salah.
Kalau iklan Google Ads Anda masih boros tapi hasilnya belum terasa, bisa jadi negative keyword belum tertata dengan baik. Mantap.id siap membantu audit dan optimasi Google Ads berbasis data dan AI, agar setiap klik lebih mendekati konversi.
FAQ
Untuk menjawab pertanyaan yang sering muncul di Google, berikut beberapa pertanyaan umum terkait negative keyword:
- Apa itu negative keyword di Google Ads?
Negative keyword adalah kata kunci yang Anda blokir agar iklan tidak tampil pada pencarian tertentu yang tidak relevan dengan tujuan campaign. - Bagaimana cara menemukan negative keyword?
Cara terbaik adalah membaca search term report secara rutin dan mengidentifikasi kata-kata yang memicu klik tetapi tidak menghasilkan konversi. - Apakah semua keyword informasional harus diblokir?
Tidak selalu. Jika strategi Anda mencakup awareness funnel, keyword informasional bisa digunakan di campaign terpisah. Namun untuk campaign lead-focused, biasanya perlu difilter.
Audit Google Ads Anda Sekarang
Jika CTR tinggi tapi conversion rate rendah, kemungkinan masalahnya ada di negative keyword.
Mantap.id siap membantu audit dan optimasi Google Search Ads agar setiap klik lebih mendekati konversi, bukan sekadar menambah traffic, tapi meningkatkan hasil nyata.
Alamat:
Ciputra World, 10th Floor Suite 10-01 Vieloft, Kompleks Superblock
Jl. Mayjen Sungkono No.89, Gunung Sari, Dukuhpakis, Surabaya, East Java 60224
WhatsApp: +62 811-3057-6777
Email: hello@smart-it.co.id
Instagram: @mantapidofficial
Tiktok: mantapidofficial