Meeting bersama team

Resolusi marketing 2026 bukan tentang menambah channel atau memperbesar budget, melainkan menghentikan kebiasaan strategi digital yang selama ini menghambat pertumbuhan bisnis. Banyak bisnis tidak kekurangan tools, tetapi salah fokus dalam menjalankan marketing.

Memasuki 2026, hampir semua bisnis sudah aktif di digital: pasang iklan, bikin konten, dan memantau performa lewat berbagai tools analytics. Namun di sisi lain, tidak sedikit yang merasa hasilnya stagnan atau tidak sebanding dengan effort dan biaya yang dikeluarkan. Artikel ini membahas tiga kesalahan strategi digital marketing yang masih sering dilakukan bisnis, serta mengapa menghentikannya justru menjadi langkah penting untuk menciptakan pertumbuhan yang lebih sehat dan berkelanjutan.

1. “Bakar Duit” di Ads Tanpa Strategi yang Jelas

Banyak bisnis menjalankan iklan dengan pola yang sama setiap tahun: pasang ads, tunggu hasil, lalu menaikkan budget ketika performa tidak sesuai harapan. Masalahnya, iklan sering kali dijalankan tanpa kejelasan siapa target audiensnya dan apa tujuan spesifiknya.

Ketika iklan hanya “asal jalan”, keputusan yang diambil pun cenderung spekulatif. Budget habis, tapi insight yang didapat minim. Dalam jangka panjang, pola ini membuat marketing terasa mahal dan tidak terukur.

Beberapa ciri iklan tanpa strategi yang sering terjadi:

Faktanya, iklan digital bukan sistem instan. Ia membutuhkan proses pengujian, pembacaan data, dan penyesuaian bertahap. Strategi yang lebih sehat justru dimulai dari budget terkontrol, testing terstruktur, lalu scale berdasarkan data, bukan asumsi.

Berpikir strategi digital

2. Mengabaikan Data Padahal Sudah Tersedia

Tidak sedikit bisnis yang sudah memasang Google Analytics, dashboard iklan, hingga insight media sosial, tetapi tidak benar-benar menggunakan data tersebut untuk mengambil keputusan. Data hanya menjadi laporan rutin, bukan kompas strategi.

Padahal, data adalah alat paling objektif untuk memahami apa yang sebenarnya bekerja dan apa yang tidak. Tanpa data, marketing hanya mengandalkan perasaan, tren sesaat, atau kebiasaan lama.

Dari data marketing, bisnis seharusnya bisa mengetahui:

Ketika data tidak dibaca dan dianalisis, bisnis berisiko mengulang kesalahan yang sama di channel berbeda. Inilah alasan mengapa resolusi marketing 2026 perlu menempatkan data sebagai dasar strategi, bukan sekadar pelengkap laporan.

3. Mengerjakan Semua Sendiri Sampai Kehabisan Fokus

Di banyak bisnis, terutama UMKM dan mid-enterprise, satu tim (bahkan satu orang) sering menangani terlalu banyak peran sekaligus: mengurus konten, iklan, strategi, hingga evaluasi performa. Awalnya terlihat efisien, tetapi dalam jangka panjang justru melelahkan dan tidak scalable.

Masalahnya bukan pada multitasking, melainkan hilangnya fokus pada hal yang paling berdampak. Ketika semua dikerjakan sendiri, keputusan strategis sering tertunda atau diambil secara terburu-buru.

Secara realistis, bisnis yang bertumbuh cepat biasanya:

Delegasi ke tim atau expert bukan berarti kehilangan kontrol, melainkan memindahkan energi ke area yang lebih strategis, seperti pengembangan bisnis dan arah marketing jangka panjang.

Menyusun strategi marketing

Kesimpulan: Fokus ke Growth, Bukan Sibuk di Semua Hal

Resolusi marketing 2026 bukan tentang melakukan lebih banyak hal, tetapi melakukan hal yang tepat dengan cara yang lebih terarah. Menghentikan kebiasaan membakar budget tanpa strategi, mengabaikan data, dan memaksakan semua dikerjakan sendiri adalah langkah awal menuju marketing yang lebih sehat.

Bisnis yang mampu tumbuh berkelanjutan biasanya tidak paling ramai aktivitasnya, tetapi paling jelas arah strateginya.

Saatnya Menyusun Strategi Marketing 2026 yang Lebih Terarah

Jika Anda ingin memasuki 2026 dengan strategi digital marketing yang lebih fokus dan tidak lagi terjebak pada kebiasaan lama yang menguras waktu dan budget, pendekatan yang terencana menjadi kunci. Strategi yang tepat membantu bisnis memanfaatkan data, memilih channel yang relevan, dan mengeksekusi marketing dengan tujuan yang jelas.

Melalui pendekatan berbasis data dan pemahaman menyeluruh terhadap perilaku audiens, tim Mantap ID membantu bisnis mengevaluasi performa digital marketing dan menyusun strategi yang lebih efektif untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang.

Alamat:
Ciputra World, 10th Floor Suite 10-01 Vieloft, Kompleks Superblock
Jl. Mayjen Sungkono No.89, Gunung Sari, Dukuhpakis, Surabaya, East Java 60224

WhatsApp: +62 811-3057-6777
Email: hello@smart-it.co.id