
CPAS adalah solusi iklan berbasis katalog yang menghubungkan data toko Shopee/Tokopedia Anda langsung ke Meta Ads, sehingga iklan dapat menjangkau calon pembeli yang paling relevan dan siap checkout. Sistem ini memanfaatkan sinyal belanja seperti product view, add to cart, dan kategori favorit untuk menampilkan produk secara otomatis ke pengguna Instagram dan Facebook, membuat penjualan marketplace jauh lebih stabil, terukur, dan mudah di-scale.
Persaingan di marketplace semakin ketat, biaya iklan semakin naik, dan perilaku pembeli berubah sangat cepat. Banyak brand akhirnya mengeluh: iklan ramai klik, tapi yang checkout tidak sebanding. Di tengah kondisi ini, CPAS (Collaborative Ads) hadir sebagai solusi yang membuat iklan marketplace jauh lebih terukur, relevan, dan siap membantu brand scale up.
Artikel ini akan membahas tantangan terbesar brand di marketplace, cara kerja CPAS, bagaimana alur datanya, hingga alasan mengapa CPAS mampu menjangkau pembeli yang benar-benar siap checkout.
Tantangan Terbesar Brand di Marketplace yang Menyebabkan Iklan Tidak Stabil
Banyak brand yang mengandalkan iklan di marketplace mengalami pola yang sama: performa naik–turun, susah ditebak, dan tidak jarang ROI menjadi tidak efisien. Tantangan ini biasanya muncul dari beberapa faktor berikut:
a. Biaya iklan yang terus meningkat
Setiap bulan persaingan semakin ketat, sehingga CPC dan CPM ikut naik. Brand harus mengeluarkan lebih banyak budget untuk mendapatkan hasil yang sama.
b. Produk serupa yang membanjiri marketplace
Kompetitor mudah bermunculan dengan harga lebih murah. Tanpa strategi yang tepat, brand hanya akan “tenggelam” dalam lautan produk sejenis.
c. Minimnya data intent mendalam
Iklan marketplace standar sering kali hanya mengandalkan keyword atau minat permukaan. Akibatnya, banyak pembeli yang klik tetapi tidak benar-benar berniat membeli, sehingga checkout tetap rendah.
d. Iklan ramai klik tapi tidak ada pembelian
Fenomena ini paling umum terjadi. Traffic tinggi, add to cart ada, tapi konversi mentok. Ini karena iklan tidak diarahkan ke pengguna yang memang punya sinyal kuat untuk membeli.
Tantangan inilah yang membuat brand butuh pendekatan iklan yang lebih presisi—dan CPAS menjawab kebutuhan tersebut.
CPAS sebagai Solusi Iklan Marketplace yang Lebih Terukur
CPAS (Collaborative Ads) adalah integrasi resmi antara Meta Ads dengan marketplace seperti Shopee dan Tokopedia. Melalui integrasi ini, brand bisa menayangkan iklan katalog yang lebih relevan karena didasarkan pada data perilaku belanja nyata pengguna marketplace.
Beberapa keunggulan CPAS sebagai solusi terukur:
- Data perilaku belanja real-time membuat targeting jauh lebih akurat.
- Iklan otomatis menampilkan produk yang relevan untuk setiap pengguna.
- Hasil penjualan tercatat langsung di dashboard sehingga ROAS dapat diukur dengan jelas.
- Alur iklan menjadi lebih efisien karena pengguna diarahkan langsung ke halaman produk marketplace.
Dengan CPAS, brand tidak lagi “menebak-nebak” siapa yang tertarik, melainkan menargetkan mereka yang sudah memberikan sinyal siap belanja.

Apa Itu CPAS dan Mengapa Penting untuk Brand yang Ingin Scale di Marketplace?
CPAS adalah sistem iklan katalog dinamis (Dynamic Ads) yang menayangkan produk marketplace berdasarkan shopping behavior pengguna Meta. Ini berbeda jauh dari interest targeting biasa yang hanya mengandalkan minat umum.
Mengapa CPAS penting?
- Menggunakan data nyata, bukan sekadar minat.
- Menampilkan produk yang paling relevan untuk setiap pengguna secara otomatis.
- Sangat cocok untuk brand dengan banyak produk atau SKU.
- Dirancang untuk scale up karena sistemnya berbasis machine learning.
Brand yang ingin meningkatkan penjualan secara konsisten di marketplace akan mendapatkan keuntungan besar dari CPAS karena sistem ini fokus pada pembeli dengan peluang transaksi tertinggi.
Cara Kerja CPAS dan Di Mana Iklannya Akan Tampil
CPAS bekerja melalui serangkaian proses yang saling terhubung, dimulai dari pengiriman data marketplace ke Meta hingga sistem menampilkan produk paling relevan kepada calon pembeli. Alur ini yang membuat CPAS jauh lebih presisi dibanding strategi iklan biasa.
Berikut proses lengkapnya:
Step 1 — Marketplace Mengirimkan Data ke Meta
Integrasi CPAS dimulai saat toko Shopee atau Tokopedia terhubung ke Meta. Marketplace akan mengirimkan:
- Product feed lengkap (foto, harga, stok, SKU)
- Kinerja penjualan
- Perilaku belanja pengguna seperti view, add to cart, wishlist
Semua data ini menjadi dasar Meta dalam mempelajari karakteristik produk serta siapa saja calon pembeli potensialnya. Tahap ini adalah fondasi seluruh sistem CPAS.
Step 2 — Data Masuk ke Meta, Brand Menyusun Katalog Sendiri
Setelah data diterima Meta, brand dapat menyusun katalog sesuai strategi masing-masing.
Contoh kategori katalog:
- Best Seller
- Produk Promo
- Fashion Wanita
- Produk Baru
- Rekomendasi Mingguan
Feed produk akan memperbarui otomatis dari marketplace, tetapi urutan katalog dan pembagian kategorinya tetap fleksibel di tangan brand.
Di sinilah brand menentukan produk mana yang ingin diberi prioritas di iklan.
Step 3 — Membuat Campaign: Pilih Katalog & Kategori
Saat membuat campaign CPAS, brand cukup memilih katalog atau kategori mana yang ingin didorong performanya.
Keuntungannya:
- Bisa mengiklankan banyak produk sekaligus
- Tidak perlu upload manual
- Setiap produk tetap up-to-date mengikuti marketplace
Meta kemudian menarik produk dari katalog tersebut untuk ditampilkan sebagai Dynamic Ads.
Step 4 — Menentukan Target Audience di Meta
Walaupun CPAS membawa sinyal intent dari marketplace, brand tetap bebas memilih audiens:
- Broad Audience
- Interest Audience
- Advantage+ Audience
Setelah audiens dipilih, Meta otomatis mencocokkan:
- Data marketplace → Siapa yang paling mungkin membeli
- Perilaku pengguna IG & FB → Ketertarikan kategori produk
- Aktivitas belanja → Peluang checkout
Yang penting bukan jumlah follower IG, tetapi kualitas data di marketplace.
Dan karena pemilihan audiens sangat menentukan arah performa CPAS, penting juga memahami kapan sebuah campaign sebaiknya memakai Advantage+ dan kapan lebih efektif menggunakan manual campaign. Untuk itu, Anda bisa baca juga artikel berikut: Advantage+ vs Manual Campaign: Mana yang Lebih Efektif?
Step 5 — Meta Mengoptimasi Iklan Berdasarkan Data Marketplace
Setelah campaign berjalan, Meta mempelajari:
- Produk mana yang sering dilihat
- Produk mana yang berkinerja tinggi di marketplace
- Produk yang sering masuk keranjang
- Kategori yang paling dicari user
Dari sini Meta memilih produk paling relevan untuk tiap pengguna, sehingga performa iklan lebih stabil dan potensi checkout meningkat.
Semakin lengkap, rapi, dan update data toko di marketplace, semakin maksimal juga performa CPAS.
Di Mana Iklan CPAS Akan Tampil?
Iklan CPAS menggunakan format Dynamic Product Ads dan bisa muncul di:
- Instagram Feed
- Instagram Story
- Instagram Reels
- Facebook Feed
- Facebook Marketplace
- Facebook Story
Tiap pengguna akan melihat produk berbeda sesuai perilaku belanja mereka.
Mengapa CPAS Lebih Akurat Menjangkau Pembeli Siap Checkout?
Kunci akurasi CPAS ada pada sinyal intent tinggi yang dipakai dalam targeting. Sistemnya tidak menarget pengguna secara acak, tetapi berdasarkan perilaku seperti:
- Melihat produk yang sama beberapa kali
- Add to cart namun belum checkout
- Interaksi berulang dalam kategori tertentu
- Pembelian sebelumnya yang relevan
- Pola browsing produk di marketplace
Karena orang yang melihat iklan adalah mereka yang sudah menunjukkan ketertarikan kuat, peluang konversi menjadi jauh lebih tinggi.

Kapan Waktu Paling Tepat Brand Menggunakan CPAS?
Tidak semua brand wajib memakai CPAS setiap saat. Namun, ada beberapa momen ideal di mana CPAS dapat memberikan hasil maksimal:
- Campaign besar seperti Payday, 9.9, 10.10, 11.11, 12.12
- Saat brand ingin fokus meningkatkan penjualan di marketplace
- Ketika memiliki katalog produk yang cukup lengkap dan sedang aktif
- Ketika ingin mengatasi masalah iklan yang tidak stabil atau boros
- Saat brand ingin meningkatkan ROAS secara signifikan dan terukur
Jika salah satu dari kondisi ini terjadi, CPAS biasanya merupakan langkah terbaik untuk scale up.
Validasi dari Shopee: CPAS Memang Direkomendasikan Resmi untuk Scaling Brand
Menurut Shopee Marketing Solutions, Meta CPAS memungkinkan brand untuk:
- Mengukur performa iklan dengan jelas melalui ROAS (Return on Advertising Spend)
- Mendapat data penjualan langsung dari Shopee, bukan sekadar data klik
- Menampilkan iklan dinamis yang personal berdasarkan minat dan perilaku belanja pengguna
- Mengarahkan traffic langsung ke halaman produk untuk mempercepat checkout
Shopee bahkan meluncurkan Program Insentif CPAS (Agustus 2025) dengan cashback iklan hingga Rp7,5 juta bagi penjual yang meningkatkan budget.
Sumber: Shopee Seller Education – Meta CPAS
Validasi ini memperkuat fakta bahwa CPAS bukan hanya trend, tetapi strategi yang secara resmi didorong marketplace untuk membantu brand scale secara terukur.
Kesimpulan
CPAS adalah solusi iklan marketplace yang menggabungkan kekuatan data perilaku belanja dengan kemampuan penayangan iklan Meta. Dengan sistem yang lebih presisi dan alur data yang transparan, brand bisa mengurangi pemborosan iklan dan meningkatkan conversion rate secara signifikan.
Di tengah persaingan marketplace yang semakin ketat, CPAS memberikan cara baru untuk menargetkan pembeli yang benar-benar siap checkout dan membantu brand scale up dengan lebih cepat dan efisien.
Ingin Penjualan Marketplace Lebih Terukur dan Siap Scale Up?
Dengan CPAS, brand dapat memanfaatkan data belanja aktual untuk menampilkan iklan yang jauh lebih relevan dan efektif. Jika bisnis Anda ingin meningkatkan conversion marketplace menggunakan strategi yang didorong langsung oleh Shopee dan Meta, sekarang adalah waktu yang tepat untuk mulai menerapkan CPAS bersama tim ahli digital marketing seperti Mantap.id.
Alamat:
Ciputra World, 10th Floor Suite 10-01 Vieloft, Kompleks Superblock
Jl. Mayjen Sungkono No.89, Gunung Sari, Dukuhpakis, Surabaya, East Java 60224
WhatsApp: +62 811-3057-6777
Email: hello@smart-it.co.id